Info Sekolah
Selasa, 28 Apr 2026
  • Alamat :Jln.Besole-Krandegan Km.04 Bayan, Purworejo , Jawa Tengah. Lembaga Pendidikan Formal: TKTQ, Nuurul Waahid, SDTQ Nuuul Waahid , Mts Nuurul Waahid dan MA Nuurul Waahid.Lembaga Keuangan : BMT Nuurul Waahid. Lembaga Ekonomi : Puspatani dan Minimarket Puspa
  • Alamat :Jln.Besole-Krandegan Km.04 Bayan, Purworejo , Jawa Tengah. Lembaga Pendidikan Formal: TKTQ, Nuurul Waahid, SDTQ Nuuul Waahid , Mts Nuurul Waahid dan MA Nuurul Waahid.Lembaga Keuangan : BMT Nuurul Waahid. Lembaga Ekonomi : Puspatani dan Minimarket Puspa

Lintas Sejarah Pondok Pesantren Nurul Wahid

Perjalanan berdirinya Pondok Modern Nurul Wahid merupakan hasil dari perjuangan dan kebersamaan para pendirinya dalam membangun lembaga pendidikan Islam yang berorientasi pada pembentukan akhlak, ilmu, dan kemandirian santri.

Awal mula perjalanan pondok ini dimulai pada 21 Juni 2001, yang menjadi momentum penting lahirnya gagasan dan langkah awal pendirian pondok pesantren. Tidak lama setelah itu, tepat pada 21 Juli 2001, secara resmi dibuka pendaftaran santri pertama.

Pada masa awal tersebut, jumlah santri yang mendaftar sebanyak 13 orang. Meskipun jumlahnya masih sangat terbatas, semangat para pendiri untuk membangun pendidikan pesantren yang berkualitas sangatlah besar. Dari 13 santri tersebut, pada akhirnya yang berhasil menyelesaikan pendidikan hanya 3 orang. Namun dari jumlah yang sedikit itulah lahir semangat perjuangan, kebersamaan, dan ukhuwah yang kuat.

Sejak awal berdirinya, Pondok Pesantren Nurul Wahid mengadopsi sistem pendidikan Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) dengan inspirasi dari Pondok Modern Gontor. Sistem ini menekankan keseimbangan antara pendidikan agama, ilmu pengetahuan umum, kedisiplinan, serta pembentukan karakter santri.

Perjalanan pondok pada masa awal tidak lepas dari peran beberapa tokoh yang bekerja bersama dengan tugas dan fungsi masing-masing. Di antaranya adalah Ustadz Saifudin yang berperan dalam publikasi dan komunikasi kepada masyarakat, Ustadz Istiqror yang membantu mengoordinasikan dukungan dari para pengusaha di sekitar pondok, serta Ustadz Thohari yang berperan dalam merancang konsep dan sistem pendidikan pondok pesantren.

Dengan kebersamaan dan kerja keras para pendiri tersebut, Pondok Pesantren Nurul Wahid mulai berkembang secara bertahap. Program pendidikan KMI selama 10 tahun menjadi salah satu fondasi utama yang membentuk sistem pendidikan di pondok hingga berkembang seperti saat ini.

Perkembangan penting berikutnya terjadi pada tahun 2012, ketika mulai dirintis berdirinya Madrasah Aliyah (MA) sebagai lembaga pendidikan formal di bawah naungan pondok pesantren. Pada tahun yang sama juga dilakukan pembangunan masjid pondok yang menjadi pusat kegiatan ibadah dan pendidikan. Pembangunan masjid tersebut diprakarsai oleh Bapak Jumal dengan anggaran sekitar 300 juta rupiah.

Pada masa awal berdirinya Madrasah Aliyah tersebut, angkatan pertama terdiri dari 10 santri putri. Meskipun jumlahnya tidak banyak, namun semangat belajar dan ukhuwah di antara mereka sangat kuat.

Berawal dari hanya 13 santri, Pondok Pesantren Nurul Wahid terus berkembang hingga menjadi lembaga pendidikan yang semakin dikenal masyarakat. Nilai ukhuwah, perjuangan, dan kebersamaan yang tertanam sejak masa awal inilah yang menjadi kekuatan utama dalam perjalanan panjang pondok hingga hari ini.