Purworejo – Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang bertepatan dengan tahun 2026 menjadi momentum istimewa bagi keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Wahid. Perayaan yang sarat dengan nilai keimanan, keikhlasan, dan kepedulian sosial ini disambut dengan penuh khidmat oleh seluruh santri, dewan asatidz, pengurus, serta masyarakat sekitar pesantren.
Rangkaian kegiatan Idul Adha diawali dengan pelaksanaan Shalat Idul Adha yang berlangsung dengan tertib dan penuh kekhusyukan. Dalam khutbahnya, khatib mengajak seluruh jamaah untuk meneladani ketakwaan Nabi Ibrahim AS dan ketaatan Nabi Ismail AS dalam menjalankan perintah Allah Swt. Kisah pengorbanan tersebut menjadi pelajaran berharga bahwa keimanan sejati diwujudkan melalui ketaatan, keikhlasan, dan kesediaan berkorban demi meraih ridha Allah.

Setelah pelaksanaan shalat Id, kegiatan dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban yang telah dihimpun dari para mudhahhi (pekurban). Dengan semangat gotong royong, para ustaz, santri, alumni, dan masyarakat sekitar turut serta dalam proses penyembelihan, pengulitan, pemotongan, hingga pendistribusian daging kurban. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga media pembelajaran bagi para santri tentang pentingnya kerja sama, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama.
Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Wahid menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan Idul Adha tahun ini. Beliau menegaskan bahwa ibadah kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga tentang menyembelih sifat egois, menumbuhkan keikhlasan, serta memperkuat rasa solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Daging kurban kemudian didistribusikan kepada masyarakat yang berhak menerima, termasuk warga sekitar pesantren, kaum dhuafa, dan berbagai pihak yang membutuhkan. Melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren Nurul Wahid berupaya menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar sekaligus mempererat hubungan antara pesantren dan masyarakat.
Bagi para santri, peringatan Idul Adha menjadi momen pembelajaran yang sangat berharga. Mereka tidak hanya memahami teori tentang kurban dalam pelajaran fikih, tetapi juga menyaksikan dan terlibat langsung dalam praktik pelaksanaannya. Pengalaman ini diharapkan mampu menumbuhkan karakter religius, semangat berbagi, dan kepedulian sosial yang akan menjadi bekal penting dalam kehidupan mereka di masa mendatang.

Semangat Idul Adha mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati tidak hanya diperoleh dari menerima, tetapi juga dari memberi. Melalui ibadah kurban, umat Islam diajak untuk memperkuat hubungan dengan Allah Swt. sekaligus mempererat hubungan dengan sesama manusia.
Semoga nilai-nilai pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian sosial yang terkandung dalam perayaan Idul Adha 1447 H ini senantiasa tertanam dalam diri seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Wahid. Semoga Allah Swt. menerima amal ibadah dan kurban kita semua serta memberikan keberkahan bagi pesantren, para santri, alumni, wali santri, dan masyarakat luas.
Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H.
“Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Semoga Allah menerima amal ibadah kita semua.”